Senin, 27 Juli 2015

Aggreko Announces Further Investment In Indonesia


Jakarta (www.antarakalbar.com) -- Aggreko, the world leader in the provision of temporary power and temperature control services, is today announcing further investment in Indonesia totalling $40 million.

Aggreko is a London listed company with a clear heritage and commitment to Indonesia, a country that the company has been operating in for over six years through our local entity PT Aggreko Indonesia. Aggreko currently has around 210MW of fleet in operation in Indonesia and recently also secured contracts in the mining and utility industries to the value of $10million. This includes work supporting the Sumatra Gold and Copper mine over a five year period and providing six month emergency power for Bintan Island with PLN. We currently employ over 100 people at several locations across Indonesia.

Our commitment to the South East Asia region and in particular, the Indonesian market, has been reaffirmed by today's announcement of planned fleet investment totalling $40 million over the next three years. Aggreko is planning to open a new depot within the Jakarta area and will locally recruit service personnel and maintenance materials for the new depot; equipment will come from our manufacturing facility in Dumbarton, Scotland. The investment is part of the Group's commitment to support the developing economy in Indonesia and PLN, as they develop their programme of gas powered generation.

Aggreko has been working across South East Asia for a number of years and was also recently awarded contracts in Myanmar and the Philippines totalling 115MW.

Robert Wells, Managing Director for South-East Asia, commented: "Aggreko has been operating in Indonesia for over six years and with this heritage comes a clear commitment to the country, which is reaffirmed by the level of investment announced today. Aggreko continues to believe in the market opportunity that exists in Indonesia and supports all current and future employees in the country, as well as the people of Indonesia, as they develop their economy and power infrastructure." Prime Minister David Cameron said: "Companies like Aggreko are leading the way in exporting their expertise from Glasgow to Jakarta - one of the fastest growing markets in the world. This �25million investment will make a huge difference to Indonesia's growing energy needs." Editor's Notes Aggreko plc is the world leader in the supply of temporary power and temperature control solutions. Aggreko employs over 7,700 people operating from 211 locations. In 2014 we served customers in about 100 countries, and had revenues of approximately GBP 1.6bn (USD 2.6bn or Euros 2.0bn). Aggreko plc is listed on the London Stock Exchange (AGK.L) and is a FTSE member, headquartered in Scotland.

Aggreko provides power and temperature control solutions to customers who need them either very quickly, or for a short or indeterminate length of time. Examples would be the supply of power to an industrial site which needs to service its permanent power supply, supplying a whole city in times of power shortage, or providing a major sporting event with power and cooling systems. We serve our customers either through our 211 service centres, which we call the Local business, or globally through our Power Projects business.

In the Local business, which accounts for about half of our revenues, we hire our equipment to customers, who then operate it for themselves, although we retain responsibility for servicing and maintaining it. In the Power Projects business, which also accounts for about half of our revenues, we operate as a power producer. We install and operate power plants and we charge our customers both for providing the generating capacity, and for the electricity we produce. We design and manufacture equipment specifically for these requirements in our factory in Dumbarton, Scotland.

Recent customers include the 2014 FIFA World Cup Brazil�, the XX Commonwealth Games and Cirque du Soleil and the power utilities in over 50 countries including the UK, France, Ivory Coast, Mozambique, Indonesia, Bangladesh, Argentina, Venezuela, Chile, Brazil and the USA.

Aggreko has been working across South East Asia for a number of years and was recently awarded contracts in Myanmar and the Philippines totalling 115MW.

In 2014 we fulfilled over 55,000 customers' assignments and of those who responded to our research, 67% gave us a recommendation of 9 or 10 out of 10.
Selengkapnya ...

Kamis, 23 Juli 2015

Pembobol Brangkas Bulog

http://antarakalbar.com/foto/2951/pembobol-brangkas-bulogDua tersangka pembobol brankas milik Perum Bulog berinisial MS (kiri) dan EA (kanan), duduk sesaat sebelum gelar kasus di Mapolresta Pontianak, Kalbar, Kamis (23/7). MS (45) dan EA (31) yang telah membobol empat brankas milik Perum Bulog Divisi Regional Kalbar berisi uang sebanyak Rp200 Juta pada Minggu (19/7) dini hari tersebut, berhasil ditangkap oleh Tim Kejahatan dan Kekerasan Satuan Reserse Kriminal (Jatanras Satreskrim) Polresta Pontianak di Pontianak pada Rabu (22/7). ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/15
Selengkapnya ...

Rabu, 01 April 2015

Polres Ketapang Siap Gelar Operasi Simpatik

Ketapang (Antara Kalbar) - Jajaran Kepolisian Resort Ketapang siap menggelar Operasi Simpatik Kapuas 2015 yang berlangsung selama 21 hari mulai tanggal 1 April.

Gelar pasukan digelar di halaman Mapolres Ketapang dipimpin oleh Kapolres AKBP Hady Poerwanto yang menyampaikan amanat Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto.
   
Diantaranya agar meningkatkan disiplin anggota polisi lalu lintas serta terwujudnya pelayanan yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Selain itu, terwujudnya masyarakat yang tertib dan patuh hukum dalam berlalu lintas.
  
Ia menambahkan, ada empat satuan tugas yang dibentuk yakni satgas pre-emtive tugasnya melaksanakan penerangan, bimbingan, penyuluhan dan sosialisasi serta pendidikan lalu lintas kepada seluruh komponen masyarakat.

Lanjutkan baca>>>>>




Sumber: www.antarakalbar.com
Selengkapnya ...

Senin, 09 Februari 2015

Pemprov Kalbar Gelar "TOF" Prajabatan Pola Baru

Pontianak (Antara Kalbar) - Pemerintan Provinsi Kalimantan Barat menggelar "Training Of Facilitator" (TOF) Diklat Prajabatan Pola Baru bagi pegawai negeri sipil golongan III, II dan I sebagai upaya meningkatan kualitas PNS agar lebih baik.

Hal itu sesuai Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 38 dan 39 Tahun 2014 tentang Pendoman Penyelenggaraan Diklat Prajabatan CPNS Golongan III, II, dan I yang telah diperbaharui sistem pembelajarannya untuk Diklat Prajabatan, mulai dari kurikulum hingga metode pembelajaran yang digunakan.

Selengkapnya ...

Rabu, 28 November 2012

BI Kalbar: Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Kalbar


Berita Pontianak - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat mengingatkan potensi pelambatan pertumbuhan ekonomi yang mulai dirasakan pada Triwulan III Tahun 2012.

"Kita harus waspada, tetapi juga harus optimistis karena perekonomian Kalbar tumbuh enam persen pada Triwulan III tahun ini, secara `year on year`," kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalbar, Hilman Tisnawan saat paparan Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalbar Triwulan III 2012 di Pontianak, Rabu.

Menurut dia, pemerintah daerah harus mengambil langkah agar pertumbuhan ekonomi terus terjaga pada tahun 2013.

"Kalau tidak diwaspadai, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2013 dapat turun dibawah angka 6 persen seperti saat ini," katanya mengingatkan.

Berita Pontianak. Secara umum, pertumbuhan ekonomi Kalbar mendekati nasional pada Triwulan III Tahun 2012. Permintaan dalam negeri masih menjadi penggerak utama perekonomian dengan pangsa hingga 98,62 persen.

Namun, lanjut dia, ekspor Provinsi Kalbar menunjukkan trend melambat. Triwulan I 2012, ekspor tumbuh 3,2 persen; dan Triwulan II menjadi 1,7 persen; lalu Triwulan III menjadi -0,8 persen.

Volume ekspor biji, kerak dan abu logam (terutama bauksit), turun 42 persen (year on year). Hal itu diperkirakan karena kebijakan pengetatan ekspor mentah hasil tambang serta belum siapnya hilirisasi industri bauksit.

Volume ekspor karet juga turun sebesar 22 persen yang dipengaruhi penurunan permintaan karet serta harga yang belum membaik.

BI Perwakilan Kalbar mengungkapkan pula kalau konsumsi BBM di Kalbar tumbuh melambat. Keyakinan masyarakat terhadap pendapatan enam bulan ke depan juga cenderung menurun.

Secara sektoral, ada pelambatan di beberapa sektor utama seperti industri pengolahan, pertambangan dan angkutan. Struktur ekonomi Provinsi Kalbar sendiri 62 persen diantaranya ditopang oleh pertanian, perdagangan, hotel dan restoran, serta industri pengolahan.

Menurunnya harga karet diduga juga mempengaruhi pertumbuhan simpanan dana pihak ketiga di perbankan Kalbar. Berdasarkan data BI Provinsi Kalbar, pada Triwulan II 2012 dana pihak ketiga tercatat sebanyak Rp30,352 triliun atau naik 5,2 persen dibanding Triwulan I. Sedangkan Triwulan III 2012, dana pihak ketiga naik 2,33 persen menjadi Rp31,06 triliun. Berita Pontianak

sumber : antara kalbar
Selengkapnya ...

Kasus DBD di Rasau Jaya KKR Mengalami Peningkatan

Berita Pontianak - Kasus DBD di Kecamatan Rasau Jaya mengalami peningkatan di banding tahun sebelumnya, karena terhitung sejak Januari hingga November tahun ini terjadi 48 kasus yang ditangani puskesmas setempat.

"Sejak Januari hingga November tahun ini, setidaknya ada 48 warga yang terserang DBD dan mendapatkan perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat. Kebanyakan dari pasien anak-anak berumur lima sampai 18 tahun," kata Kepala Puskesmas Rasau Jaya, Abang Darmawansyah di Sungai Raya, Rabu.

Dia menjelaskan, pada tahun 2011 lalu, hanya terjadi tiga kasus. Namun, pada tahun ini meningkat dan pihaknya tetap mengupayakan memberikan pelayanan maksimal, meski dengan keterbatasan fasilitas.

Pada dasarnya, lanjut Darmawasnyah pihaknya telah berupaya melakukan antisipasi serangan DBD terhadap masyarakat. Dengan melakukan penyuluhan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk, menjaga lingkungan, dan membagikan abate serta melakukan foggingnisasi di kawasan-kawasan rawan terserang nyamuk penyebab DBD.

Namun, pihaknya mengakui, sampai saat ini masih kekurangan petugas fogging, sehingga untuk mengantisipasi menyebarnya perkembangan nyamuk penyebab DBD tersebut sedikit terkendala.

Terkait adanya peningkatan kasus tersebut, Darmawansyah menambahkan pihaknya telah melakukan koordinasi dan melaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya. Untuk segera mengambil tindakan penanganan untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD.

"Setiap minggu kami selalu melapor ke Dinkes, dan kamipun terus berupaya melakukan pencegahan-pencegahan," katanya.

Ditempat yang sama, penanggung jawab Medis Rawat Inap Kecamatan Rasau Jaya, Lidwiana Kesiana Meylina mengaku dengan keterbatasan fasilitas Puskesmas Rasau Jaya, seperti tempat tidur dan ruang inap membuat pihaknya kewalahan menangani pasien-pasien DBD.

"Dengan keterbatasan sarana dan prasarana kami tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik," katanya.

Untuk mengantisipasi keterbatasan tersebut, pihaknya terpaksa memanfaatkan ruang tamu IGD untuk menempatkan pasian-pasien DBD. Untuk itu, ia meminta kepada Dinkes Kabupaten Kubu Raya untuk segera memberikan bantuan, agar pihaknya dapat menangani pasien lebih maksimal.

(pso-171)
Selengkapnya ...

Selasa, 27 November 2012

PPPI Kalbar Kaji Kelayakan Iklan Kalbar

Berita Pontianak - Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) Provinsi Kalimantan Barat akan menggandeng sejumlah pemerintah daerah untuk mengkaji kelayakan media iklan yang marak di berbagai sudut kota.

"Kajian itu bisa berupa layak atau tidak dari segi materi bahasa, lokasi, maupun fungsi," kata Ketua PPPI Kalbar, Zulfydar Zaidar Mochtar di Pontianak, Selasa.

Menurut dia, pemasangan media iklan tidak hanya menghasilkan nilai ekonomis ke pihak pemasang maupun pemerintah daerah dalam bentuk pendapatan asli daerah.

Berita Pontianak. Melainkan juga cara membangun pencitraan dari produk atau figur yang diiklankan serta dampak psikologis yang dihasilkan.

Ia mengakui, dunia iklan mempunyai potensi ekonomis yang sangat luar biasa. Ia mencontohkan di DKI Jakarta, omzet dari bisnis periklanan mencapai Rp78 triliun setahun.

"Ini angka yang luar biasa. Di Kalbar, biar pun tidak sebanyak itu, tapi memberi pemasukan yang cukup besar bagi pemerintah daerah," kata Zulfydar.

Pemerintah daerah yang sudah melakukan kerja sama yakni Pemerintah Kota Pontianak. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga siap untuk menggandeng PPPI Provinsi Kalbar.

Ia mengingatkan, iklan dapat memberi dampak luas ke masyarakat. "Di Jakarta misalnya, sewaktu Pilkada beberapa waktu lalu. Isu tentang `bang kumis` memberi dampak luas ke masyarakat," ujar dia.

Saat ini sekitar 10 perusahaan periklanan yang aktif bergabung di PPPI Provinsi Kalbar. Sedangkan 28 diantaranya, tidak aktif. Ia selaku ketua terpilih periode 2012 - 2016 akan kembali memperkuat organisasi tersebut.

"PPPI dapat memberi sumbangsih ke pemerintah daerah maupun masyarakat," kata dia menegaskan.
Berita Pontianak.

sumber : antara kalbar
Selengkapnya ...