Rabu, 28 November 2012

BI Kalbar: Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Kalbar


Berita Pontianak - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat mengingatkan potensi pelambatan pertumbuhan ekonomi yang mulai dirasakan pada Triwulan III Tahun 2012.

"Kita harus waspada, tetapi juga harus optimistis karena perekonomian Kalbar tumbuh enam persen pada Triwulan III tahun ini, secara `year on year`," kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalbar, Hilman Tisnawan saat paparan Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalbar Triwulan III 2012 di Pontianak, Rabu.

Menurut dia, pemerintah daerah harus mengambil langkah agar pertumbuhan ekonomi terus terjaga pada tahun 2013.

"Kalau tidak diwaspadai, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2013 dapat turun dibawah angka 6 persen seperti saat ini," katanya mengingatkan.

Berita Pontianak. Secara umum, pertumbuhan ekonomi Kalbar mendekati nasional pada Triwulan III Tahun 2012. Permintaan dalam negeri masih menjadi penggerak utama perekonomian dengan pangsa hingga 98,62 persen.

Namun, lanjut dia, ekspor Provinsi Kalbar menunjukkan trend melambat. Triwulan I 2012, ekspor tumbuh 3,2 persen; dan Triwulan II menjadi 1,7 persen; lalu Triwulan III menjadi -0,8 persen.

Volume ekspor biji, kerak dan abu logam (terutama bauksit), turun 42 persen (year on year). Hal itu diperkirakan karena kebijakan pengetatan ekspor mentah hasil tambang serta belum siapnya hilirisasi industri bauksit.

Volume ekspor karet juga turun sebesar 22 persen yang dipengaruhi penurunan permintaan karet serta harga yang belum membaik.

BI Perwakilan Kalbar mengungkapkan pula kalau konsumsi BBM di Kalbar tumbuh melambat. Keyakinan masyarakat terhadap pendapatan enam bulan ke depan juga cenderung menurun.

Secara sektoral, ada pelambatan di beberapa sektor utama seperti industri pengolahan, pertambangan dan angkutan. Struktur ekonomi Provinsi Kalbar sendiri 62 persen diantaranya ditopang oleh pertanian, perdagangan, hotel dan restoran, serta industri pengolahan.

Menurunnya harga karet diduga juga mempengaruhi pertumbuhan simpanan dana pihak ketiga di perbankan Kalbar. Berdasarkan data BI Provinsi Kalbar, pada Triwulan II 2012 dana pihak ketiga tercatat sebanyak Rp30,352 triliun atau naik 5,2 persen dibanding Triwulan I. Sedangkan Triwulan III 2012, dana pihak ketiga naik 2,33 persen menjadi Rp31,06 triliun. Berita Pontianak

sumber : antara kalbar
Selengkapnya ...

Kasus DBD di Rasau Jaya KKR Mengalami Peningkatan

Berita Pontianak - Kasus DBD di Kecamatan Rasau Jaya mengalami peningkatan di banding tahun sebelumnya, karena terhitung sejak Januari hingga November tahun ini terjadi 48 kasus yang ditangani puskesmas setempat.

"Sejak Januari hingga November tahun ini, setidaknya ada 48 warga yang terserang DBD dan mendapatkan perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat. Kebanyakan dari pasien anak-anak berumur lima sampai 18 tahun," kata Kepala Puskesmas Rasau Jaya, Abang Darmawansyah di Sungai Raya, Rabu.

Dia menjelaskan, pada tahun 2011 lalu, hanya terjadi tiga kasus. Namun, pada tahun ini meningkat dan pihaknya tetap mengupayakan memberikan pelayanan maksimal, meski dengan keterbatasan fasilitas.

Pada dasarnya, lanjut Darmawasnyah pihaknya telah berupaya melakukan antisipasi serangan DBD terhadap masyarakat. Dengan melakukan penyuluhan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk, menjaga lingkungan, dan membagikan abate serta melakukan foggingnisasi di kawasan-kawasan rawan terserang nyamuk penyebab DBD.

Namun, pihaknya mengakui, sampai saat ini masih kekurangan petugas fogging, sehingga untuk mengantisipasi menyebarnya perkembangan nyamuk penyebab DBD tersebut sedikit terkendala.

Terkait adanya peningkatan kasus tersebut, Darmawansyah menambahkan pihaknya telah melakukan koordinasi dan melaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya. Untuk segera mengambil tindakan penanganan untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD.

"Setiap minggu kami selalu melapor ke Dinkes, dan kamipun terus berupaya melakukan pencegahan-pencegahan," katanya.

Ditempat yang sama, penanggung jawab Medis Rawat Inap Kecamatan Rasau Jaya, Lidwiana Kesiana Meylina mengaku dengan keterbatasan fasilitas Puskesmas Rasau Jaya, seperti tempat tidur dan ruang inap membuat pihaknya kewalahan menangani pasien-pasien DBD.

"Dengan keterbatasan sarana dan prasarana kami tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik," katanya.

Untuk mengantisipasi keterbatasan tersebut, pihaknya terpaksa memanfaatkan ruang tamu IGD untuk menempatkan pasian-pasien DBD. Untuk itu, ia meminta kepada Dinkes Kabupaten Kubu Raya untuk segera memberikan bantuan, agar pihaknya dapat menangani pasien lebih maksimal.

(pso-171)
Selengkapnya ...

Selasa, 27 November 2012

PPPI Kalbar Kaji Kelayakan Iklan Kalbar

Berita Pontianak - Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) Provinsi Kalimantan Barat akan menggandeng sejumlah pemerintah daerah untuk mengkaji kelayakan media iklan yang marak di berbagai sudut kota.

"Kajian itu bisa berupa layak atau tidak dari segi materi bahasa, lokasi, maupun fungsi," kata Ketua PPPI Kalbar, Zulfydar Zaidar Mochtar di Pontianak, Selasa.

Menurut dia, pemasangan media iklan tidak hanya menghasilkan nilai ekonomis ke pihak pemasang maupun pemerintah daerah dalam bentuk pendapatan asli daerah.

Berita Pontianak. Melainkan juga cara membangun pencitraan dari produk atau figur yang diiklankan serta dampak psikologis yang dihasilkan.

Ia mengakui, dunia iklan mempunyai potensi ekonomis yang sangat luar biasa. Ia mencontohkan di DKI Jakarta, omzet dari bisnis periklanan mencapai Rp78 triliun setahun.

"Ini angka yang luar biasa. Di Kalbar, biar pun tidak sebanyak itu, tapi memberi pemasukan yang cukup besar bagi pemerintah daerah," kata Zulfydar.

Pemerintah daerah yang sudah melakukan kerja sama yakni Pemerintah Kota Pontianak. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga siap untuk menggandeng PPPI Provinsi Kalbar.

Ia mengingatkan, iklan dapat memberi dampak luas ke masyarakat. "Di Jakarta misalnya, sewaktu Pilkada beberapa waktu lalu. Isu tentang `bang kumis` memberi dampak luas ke masyarakat," ujar dia.

Saat ini sekitar 10 perusahaan periklanan yang aktif bergabung di PPPI Provinsi Kalbar. Sedangkan 28 diantaranya, tidak aktif. Ia selaku ketua terpilih periode 2012 - 2016 akan kembali memperkuat organisasi tersebut.

"PPPI dapat memberi sumbangsih ke pemerintah daerah maupun masyarakat," kata dia menegaskan.
Berita Pontianak.

sumber : antara kalbar
Selengkapnya ...

Sutarmidji : Capek Protes ke Pertamina

Berita Pontianak - Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengakui, sudah capek menyampaikan protes ke pihak Pertamina Kalimantan Barat, terkait sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di kota itu.

"Saya sudah tidak kuasa untuk menyampaikan protes kepada pihak Pertamina, mereka hanya pandai bohong-bohong bilang Sungai Kapuas sedang surut sehingga kapal tanker tidak bisa masuk," kata Sutarmidji di Pontianak, Selasa.

Sutarmidji menjelaskan, saat dicek di lapangan ternyata air Sungai Kapuas sedang tinggi dengan kedalaman sekitar enam meter.

"Buat `sakit gigi` jak (saja, red) kalau protes ke Pertamina, karena mereka hanya pandai berbohong terkait distribusi, dan stok BBM bersubsidi," ungkap Sutarmidji.

Berita Pontianak. Antrean panjang dari kendaraan roda dua dan empat yang ingin membeli BBM bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Pontianak dan sekitarnya, sudah terjadi sejak empat hari terakhir.

Sebelumnya, Sales Representative Wilayah VII Pertamina Kalbar, Fakhri Rizal Hasibuan menyatakan, terjadinya antrean oleh kendaraan yang ingin membeli premium di SPBU karena keterlambatan kedatangan kapal tanker yang membawa premium ke Depot Pertamina Siantan, sehingga juga mengakibatkan keterlambatan pengiriman pada sejumlah SPBU.

"Seharusnya kapal tanker itu sudah harus sandar, Jumat (23/11) sore, tetapi terlambat dan baru bisa berlabuh hari, Sabtu (24/11) sekitar pukul 12.00 WIB atau 13.00 WIB di Depot Pertamina Siantan, akibat air Sungai Kapuas surut," ungkapnya.

Menurut dia, pada hari Sabtu kemarin ada dua kapal tanker pengangkut BBM jenis premium yang berlabuh di Depot Pertamina Siantan, yang masing-masing membawa 3.800 kilo liter premium.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jenderal (Pol) Unggung Cahyono menyatakan, telah menempatkan tiga hingga empat anggota polisi untuk menjaga setiap SPBU yang ada di 14 kabupaten/kota.

"Sejak Sabtu (24/11) kemarin, saya sudah perintahkan agar Polresta dan Polres di seluruh Kalbar, untuk menempatkan empat personel polisi pada setiap SPBU sebagai antisipasi meningkatnya antrean kendaraan membeli premium," katanya. Berita Pontianak

(A057)
Selengkapnya ...

Sampah Menumpuk di Jalan Adi Sucipto Selamat Sebulan

Berita Pontianak - Sampah di sepanjang Jalan Adi Sucipto, Kabupaten Kubu Raya, selama satu bulan tidak diatasi dengan baik selama satu bulan terakhir sehingga terus menumpuk dan luber ke jalan.

"Sampah tersebut juga meluber hingga ke badan jalan dan sangat mengganggu pengguna jalan," kata salah seorang petugas di Tempat Penampungan Sampah Kubu Raya, Zainudin di Sungai Raya, Selasa.

Dia menjelaskan, petugas pernah mengangkut sampah tersebut, namun tidak semua.

Ia pun menyatakan pernah mengunjungi ke Dinas Kebersihan Kabupaten Kubu Raya, guna mempertanyakan kenapa sampah-sampah yang sudah menggunung tidak diangkut.

"Ya alasannya sampah-sampah itu tidak diangkut, karena keterbatasan solar untuk armada Dinas Kebersihan Kabupaten Kubu Raya. Sehingga sampah-sampah tersebut jadi tidak terangkut," tuturnya.

Ia inisiatif untuk membakar sebagian sampah-sampah tersebut agar tidak mengganggu.

Dia juga mengatakan, pernah beberapa hari yang lalu pengendara roda dua terjatuh akibat tumpukan sampah yang meluber ke badan jalan.

"Ada sepeda motor terjatuh akibat tumpukan sampah ini hingga ke badan jalan. Dan hal ini bukan pertama kali terjadi melainkan sudah yang ke tiga kalinya pengendara roda dua terjatuh akibat tumpukan sampah hingga ke badan jalan," katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Kebersihan Kabupaten Kubu Raya, Rusnaldi tidak memungkiri terkait membludaknya sampah di tempat penampungan sampah (TPS) di Jalan Adi Sucipto.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena beberapa alat berat pengangkut sampah saat ini dalam kondisi rusak. Ia memastikan dalam waktu dekat ini, petugas kebersihan akan segera mengangkut sampah-sampah tersebut.

"Kalau alat-alat beratnya sudah selesai diperbaiki, maka sampah akan segera kami angkut," katanya.
Selengkapnya ...

Selasa, 20 November 2012

Korem Gagalkan Penyelewengan BBM Subsidi di Sintang


Pontianak (ANTARA Kalbar) - Korem 121/ABW Kodam XII Tanjungpura menggagalkan upaya penyelewengan bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium sebanyak 8,8 ton di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Kepala Penerangan Korem 121/ABW Mayor (Kav) Edy Wijaya saat dihubungi dari Pontianak, Rabu, mengatakan upaya penyelewengan itu digagalkan jajaran intel.

"Sopir telah kami mintai keterangan intensif," ujar dia.

Ia melanjutkan, tindakan itu sebagai bagian dari bentuk kepedulian TNI dalam membantu pihak Kepolisian, pemerintah dan masyarakat.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mendapat perintah pimpinan bahwa keberadaan TNI itu dimanapun berada untuk membantu baik Polri, masyarakat ataupun pemerintah daerah.

Ia tidak memungkiri, sering terjadi antrean kendaraan di sejumlah SPBU baik yang ada di Sintang, Sanggau, Sekadau, Melawi dan Kapuas Hulu.

"Antrean tersebut menjadi pemandangan sehari-hari, dan juga menjadi keprihatinan karena disebabkan kelangkaan BBM," kata dia.

Ia menegaskan, instruksi dari pimpinan, bentuk bantuan kepada masyarakat dengan cara menghentikan atau memutuskan berbagai kegiatan yang berbau ilegal khususnya terkait BBM bersubsidi dengan berkoordinasi bersama polisi.

Kasus itu terjadi pada Selasa (20/11) di Jalan Sintang-Kapuas Hulu.

Barang bukti yang diamankan sebanyak 40 drum atau setara 8,8 ton BBM. Pengamanan itu merupakan kali kedua dalam satu bulan terakhir.

(T011)
Selengkapnya ...

Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar Akan Dibangun 2013


Berita Pontianak - Universitas Nahdlatul Ulama Provinsi Kalimantan Barat diperkirakan akan mulai terwujud pembangunannya pada 2013.

Staf Khusus Mendikbud Hanif Shaha Ghafur di Pontianak, Selasa, mengatakan, izin untuk pendirian universitas itu sudah diterima sebelum moratorium perguruan tinggi baru.

"Artinya Uiversitas Nahdlatul Ulama Kalbar prosesnya bisa dilanjutkan. Moratorium ditetapkan dari 1 September 2012 dan 31 Agustus 2014 baru dicabut," ujar dia.

Ia mengatakan saat ini izin penyelenggaraan sedang dalam proses di Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah XI.

Menurut dia, ada 29 Pimpinan Wilayah NU yang mengajukan pendirian serupa bersama Kalbar.

Sedangkan saat ini sudah ada tiga yang keluar izin operasionalnya yaitu Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban.

Sementara yang sudah masuk desevaluasi diantaranya Jawa Timur, Cilacap, Sumatera Barat, Lampung, dan NTB.

Ia mengatakan untuk Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar sedang melengkapi beberapa persyaratan yang kurang.

"Kalau sudah lengkap, tujuh hingga 8 bulan izin operasionalnya sudah bisa keluar," kata dia.

Berita Pontianak. Ia mengingatkan sekarang tinggal keseriusan dari PW NU Kalbar dalam mengurusnya.

Dia berharap panitia pembentukan UNU Kalbar untuk segera memeriksa dan melengkapi yang kurang. "Setelah itu akan dilanjutkan ke proses desevaluasi," ujarnya.

Ketua Panitia Pembentukan Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar, HM Rifat Hamdy mengatakan tahun ajaran baru 2013 sudah mulai menerima mahasiswa baru.

Ada empat fakultas yang akan dibuka, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Hukum, Ekonomi dan Fakultas Agama Islam.

"Kampus sementara di Pondok Pesatren Khulafaurrasyidin Kubu Raya. Kita minta doa dan dukungan dari masyarakat Kalbar supaya proses perizinan dipermudah," ujar dia.

Gubernur Kalbar telah mengeluarkan rekomendasi dukungan nomor 420/2402.1/Kessos-C pada tanggal 9 Agustus 2012.
Berita Pontianak
Selengkapnya ...